Rabu, 25 Juli 2012

PPT Funaria hygrometrica

silahkan lihat di sini

PPT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN JAGUNG

SILAHKAN LIHAT DI SINI  http://www.emocutez.com

PPT kejanggalan teori evolusi Darwin

silahkan unduh di sini
http://www.emocutez.com

PPT singkat Gnetum Gnemon

silahkan lihat di sini

Selasa, 24 Juli 2012

LAPORAN PRAKTIKUM Sistem Peredaran Darah

http://www.emocutez.com
keterangan gambar silahkan unduh
Nama             : Nia Wahyuningtyas
NPM               : 1013024049
Kelompok     : 2 (Dua)

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR HEWAN

I.      Judul        :  Sistem Peredaran Darah
II.  Tujuan     : 1. Mengetahui letak jaringan epitel pada organ
                          2. Mengetahui ciri jaringan yang tampak pada organ
III. Hasil Pengamatan
Foto Preparat
Gambar Tangan
Gambar Referensi



Keterangan :    a. Vena     b. Arteri    1. Endotelium     2.   Jar.ikat     3. Otot     4. Lumen


Foto Preparat
Gambar Tangan
Gambar Referensi



Keterangan :  1. Endotelium      2. Jar.ikat         3. Pembuluh darah 

IV.  Pembahasan
Sistem peredaran darah terdiri dari sistem peredaran vena dan sistem peredaran arteri, yang mana pada praktikum ini kami mengamati 3 buah preparat sistem peredaran darah yaitu (1) vena, merupakan pembuluh darah yang membawa darah menuju jantung atau dikenal dengan nama pembuluh balik. Pada gambar preparat, vena ditunjukan dengan simbol a. Karena gambar terlalu kecil sehingga tidak memungkinkan untuk memberi keterangan gambar namun sebenarnya untuk keterangan gambar tak berbeda dengan gambar preparat b, yang mana terdapat endotelium (sebenarnya epitelium tapi karena terletak di dalam organ sehingga disebut endotelium), jaringan ikat, otot, dan yang tampak seperti lubang/rongga ditengah-tengah itu merupakan lumen. Pembuluh balik vena adalah jenis pembuluh darah yang datang menuju serambi jantung, dinding pembuluh lebih tipis dan tidak elastis karena jumlah sel otot dan serabut elastis yang lebih sedikit (dibanding arteri). dan banyak disusun oleh serabut kolagen, terletak di dekat permukaan kulit sehingga mudah di kenali, tekanan pembuluh lebih lemah.

Struktur pembuluh vena tentu berhubungan dengan fungsinya, dinding pembuluh yang tidak elastis memungkinkan aliran darah dapat sampai ke jantung walau dengan tekanan lemah. Adapun struktur dinding yang tipis berkaitan dengan tekanan aliran darah menuju jantung yang tidak terlalau kuat. Ciri lainnya yaitu denyut tidak terasa karena tekanan darah pada vena lemah, membawa darah kotor yang mengandung banyak  Co2 (kecuali vena pulmonalis), lebih mudah membeku, dan terdapat katup (valvula semi lunaris) yang menjaga agar darah tak berbalik arah.

Adapun sistem peredaran vena terdiri dari vena kava, vena pulmonalis, vena porta hepatika. Vena kava ada yang anterior (mengalirkan darah dari anterior tubuh menuju ke atrium kanan jantung) dan ada yang posterior (mengalirkan darah dari posterior tubuh menuju ke atrium kanan jantung). vena pulmonalis mengalirkan darah dari paru-paru menuju ke atrium kiri jantung, membawa darah bersih (kadar oksigen tinggi). vena porta hepatika mengalirkan darah dari organ-organ pencernaan ke hati.

(2) Arteri, atau dikenal dengan nama pembuluh nadi merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Pada preparat, tampak bagian bagian yang sama dengan pembuluh vena yaitu endotelium, jaringan ikat, otot, dan yang tampak seperti lubang/rongga ditengah-tengah itu merupakan lumen. Cirinya: aliran darah berasal dari bilik jantung, memiliki dinding lebih tebal dan lebih elastis dari vena karena sel otot dan serabut elastis yang lebih banyak (dibanding vena) , tekanan pembuluh lebih kuat dari pada pembuluh balik, letaknya agak tersembunyi dari lapisan kulit, denyut terasa karena tekanan aliran darahnya yang kuat, membawa darah bersih kecuali pada arteri pulmonalis.

Adapun kaitan antara struktur dan fungsinya yaitu dinding pembuluh arteri yang lebih tebal dan lebih elastis dari vena dikarnakan fungsinya yang mengalirkan darah dari jantung, aliran darah dari jantung cukup kuat sehingga perlu dinding yang cukup tebal agar dapat menahan sekaligus menyetabilkan tekanan tersebut dengan dinding yang elastis. Dinding yang tebal, liat, elastis dan letaknya yang dalam (jauh dari permukaan kulit) juga merupakan suatu perlindungan untuk menghindari/meminimalisir resiko terlukanya pembuluh darah ini akibat kecelakaan, karena dengan tekanan darah yang kuat, jika teriris/terluka darah yang keluar akan daras/memancar kuat.
Dinding arteri elastis disusun oleh : tunika intima yang terdiri dari epitel selapis pipih (endotelium), sub endotelium, lamina elastika. Tunika media, terdiri dari otot polos, membran dan serabut elastin, serabut kolagen. Tunika adventisia tersusun dari lamina elastika dan jaringan ikat.

Beberapa perbedaan antara vena dan arteri
Vena
Arteri
Arah aliran menuju jantung (serambi jantung)
Arah aliran keluar dari jantung (bilik jantung)
Dinding tipis, kurang elastis.
Dinding tebal liat dan elastis
Tekanan pembuluh lebih lemah dari pada arteri
Tekanan pembuluh lebih kuat dari pada vena
Denyut kurang terasa
Denyut terasa
Membawa darah kotor kadar CO2 tinggi  (kecuali vena pulmonalis)
Membawa darah bersih kadar O2 tinggi (kecuali arteri pulmonalis)
Letaknya dekat permukaan kulit
Letaknya dalam, agak tersembunyi dari permukaan kulit
Jumlah sel otot dan serabut elastis lebih sedikit dari arteri, banyak disusun oleh serabut kolagen.
Jumlah sel otot dan serabut elastis lebih banyak, serabut kolagennya lebih sedikit dari vena
Salurannya sempit.
Salurannya luas
Terdapat katub/kleb di sepanjang pembuluh.
Tidak terdapat katub/klep

Namun demikian, keduanya memiliki persamaan antara lain :
Dinding pembuluhnya terdiri dari 3 lapisan utama, yaitu: tunika intima, tunika media, tunika adventitia. Yang mana lapisan bagian dalam yang terdiri dari endothelium, lapisan tengah yang terdiri atas otot polos dengan serat elastis dan lapisan paling luar yang terdiri atas jaringan ikat ditambah dengan serat elastis.

(3) Aorta, merupakan arteri yang ukurannya paling besar. Pada gambar preparat memang kurang  jelas bagian-bagiannya, yang dapat teramati yaitu endotelium, jaringan ikat dan ada pembuluh darah disitu. Dari referensi didapat : pada aorta terdapat sub endotelium, membran elastic internanya bercabang lebih dari 2, pada tunika media-nya ada lapisan serabut elastis, membran elastic eksterna-nya juga tidak jelas. Contoh arteri besar yaitu arteri vertebralis

V. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari hasil pengamatan, yaitu:
1.      Vena merupakan pembuluh darah yang membawa darah menuju jantung dengan ciri-ciri dinding pembuluh lebih tipis dan tidak elastis karena jumlah sel otot dan serabut elastis yang lebih sedikit (dibanding arteri). dan banyak disusun oleh serabut kolagen, tekanan pembuluh lebih lemah, terletak di dekat permukaan kulit sehingga mudah di kenali, denyut tak terasa, terdapat katup/klep.
2.      Arteri merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh dengan ciri-ciri memiliki dinding lebih tebal dan lebih elastis karena sel otot dan serabut elastis yang lebih banyak (dibanding vena), tekanan pembuluh lebih kuat dari pada pembuluh balik, letaknya agak tersembunyi dari lapisan kulit, denyut terasa karena tekanan aliran darahnya yang kuat, membawa darah bersih (kecuali pada arteri pulmonalis).
3.      Aorta merupakan arteri yang ukurannya paling besar. Yang dapat teramati pada preparat yaitu endotelium, jaringan ikat dan ada pembuluh darah.


LAPORAN PRAKTIKUM UROGENITALIA

http://www.emocutez.com
keterangan gambar silahkan unduh di sini
Nama             : Nia Wahyuningtyas
NPM               : 1013024049
Kelompok     : 2 (Dua)

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR HEWAN

I.      Judul        : Sistem Urogenitalia
II.  Tujuan     : Mengetahui ciri yang tampak pada organ                         
III. Hasil Pengamatan
Foto Preparat
Gambar Tangan
Gambar Referensi

Keterangan :    1. Jaringan epitel      2. Jaringan ikat     3. Otot polos

Foto Preparat
Gambar Tangan
Gambar Referensi






Keterangan :   1. Antrum                  2. Ovum               3. Folikel

Foto Preparat
Gambar Tangan
Gambar Referensi
1
 
4
 
3
 
2
 
1
 
uterus.jpg
(Uterus)


Keterangan :   1.  Epitel         2. Endometrium       3. Mesometrium        4. Lumen

Foto Preparat
Gambar Tangan
Gambar Referensi
testis.jpg(Testis)

images.jpg


Keterangan :  1. Leydig          2. Tubulus seminiferus
Foto Preparat
Gambar Tangan
Gambar Referensi
IMG04881-20120525-0814.jpg
(Vas Diferens)

vas(label).jpg


Keterangan :    1. Epitel         2. Otot polos          3. Jar.ikat         4. lumen
Foto Preparat
Gambar Tangan
Gambar Referensi
IMG04879-20120525-0807.jpg(Epididimis)

imagesss.jpg

Keterangan :  1. Epitel       
2. jar. Ikat       3. Otot polos    4. Lumen      5. Spermatozoa
Foto Preparat
Gambar Tangan
Gambar Referensi
IMG04877-20120525-0804.jpg
(Prostat)


Keterangan :    1. Epitel      2. Otot polos       3. Jar.ikat         4. Lumen

Foto Preparat
Gambar Tangan
Gambar Referensi




Foto Preparat
Gambar Tangan
Gambar Referensi


Keterangan :    1. Epitel           2.   Jar.ikat            3. Otot polos

Foto Preparat
Gambar Tangan
Gambar Referensi


Keterangan :    1. Epite transisional     2. Jar. Ikat       3. Otot polos     4. Lumen

IV.  Pembahasan
Sistem urogenital membahas mengenai sistem urinaria dan sistem genitalia. Pada wanita memiliki organ reproduksi meliputi ovarium, tuba falopi, uterus, cervix, dan vagina. Adapun pada pria meliputi testis, epididimis, vas deferens, uretra, dan kelenjar tambahan berupa prostat, cowper, bulbo uretralis. Pada praktikum ini kami mengamati 10 buah preparat sistem urogenital, yaitu (1) vagina, pada preparat terlihat jaringan epitel berlapis banyak pipih memiliki kelenjar sekresi berupa mukus. Terdapat serabut elastin pada jaringan ikat sedang otot berupa otot polos. Vagina merupakan tempat masuknya penis waktu kopulasi dan merupakan jalannya anak waktu dilahirkan.
(2) Ovarium mamalia, tampak adanya jaringan apitel germinatikum, antrum, ovum dan primordial folkel. Terspesialisasi untuk pematangan telur. Tiap bulan hanya 1 yang mengalami pematangan. Ovum berkembang dilengkapi sel granulosa, dalam perkembangannya granulosa menghasilkan antrum (ronga). Corpus luteum dijaga oleh hormon LH dan akan teeduksi bila hormon LH menurun. Permukaan ovarium dilapisi sel epitel kuboid kompleks (kubus banyak lapis) yang makin keatas menjadi squamus kompleks. Ovarium terbagi menjadi dua daerah, yaitu : Daerah Korteks dan Daerah medulla. Pada korteks ditemukan banyak folikel dengan berbagai tahap perkembangan (folikel primer, sekunder, tertier, folikel de graff, dll). Pada medulla :tersusun dari jaringan ikat longgar, vasa darah
 (3) Uterus, tampak adanya epitel, lumen, endotelium, mesotelium, otot polos melingkar longitudinal. Merupakan tempat perkembangan janin. Secara histologi uterus terdiri dari 3 lapis jaringan ; perimetrium, miometrium, endometrium. Namun dalam referensi buku Patologi Anatomi kebanyakan pembagian menjadi 2 lapis jaringan yaitu: endometrium dan miometrium.

(4) Testis, merupakan tempat pembentukan sperma, tampak ada titik titik bakal sperma juga tubulus semiferus untuk pembentukan sperma. Setiap tubulus seminiferus  diselaputi oleh membran basalis.  Ke arah lumen membran basalis terdapat berlapis-lapis sel epitelium dalam berbagai tingkat perkembangan, semakin ke tengah atau ke dalam makin matang sperma tersebut. Kemudian akan disaluran ke epididimis. Selain itu pada testis ini terdapat sel sercoli dan sel leydig yang bentuknya seperti segitiga diantara tubulus tubulus. Fungsi sel sercoli untuk menunjang, melindungi, mengatur nutrisi spermatozoa yang sedan berkembang. Sel leydig berperan dalam sekresi testosteron.

(5) Vas deferens, merupakan saluran yang menghubungkan epididimis dengan urethra, di sepanjang saluran ini terdapat kelenjar tambahan yang mengeluarkan sekretnya berupa cairan seminal yang merupakan komponen penting dari air mani. Histologi dinding vas deferens terdiri dari: Tunika mukosa tediri dari jaringan epitel berlapis semu.  Di bawah epitel ada lamina propria yang mengandung jaringan ikat.  Tunika membentuk tonjolan longitudinal ke lumen, sehingga permukaannya tampak bergelombang. Sel epitelnya menggetahkan lendir dan air mani dapat disimpan sementara di sini .
(6) Epididimis, tempat menyimpan  dan mematangkan  (maturasi) spermatozoa sebelum diejakulasikan. Berfungsi untuk menyimpan, maturasi, reabsorbsi, sekresi dan transportasi. Histologi dinding epididimis terdiri dari: tunika mucosa, tunika muscularis dan tunika adventitia. Tunika mucosa dibentuk atas jaringan epitel berlapis semu. Tunika muscularis dibentuk atas serat otot polos. Tunika adventitia tipis sekali dan sulit dibedakan batasnya dengan tunika muskularis, dibentuk atas serat jaringan ikat .
(7) Prostat, fungsi utamanya adalah untuk mengeluarkan dan menyimpan sejenis cairan mukus. Tampak pada gambar preparat terdapat epitel diketahui merukan epitel yang terspesialisasi kelenjar-kelanjar.

(8) Ginjal, tampak pada gambar preparat glomelurus yang diselungkupi kapsula bowmann, dan ada bagian yang putih-putih merupakan tubulus contortus. Secara histologi ginjal terbungkus dalam kapsul atau simpai jaringan lemak dan simpai jaringan ikat kolagen. Organ ini terdiri atas bagian korteks dan medula. Korteks ginjal terdiri atas beberapa bangunan yaitu korpus malphigi terdiri atas kapsula bowman (bangunan berbentuk cangkir) dan glomerulus (jumbai /gulungan kapiler). Bagian sistim tubulus yaitu tubulus kontortus proksimalis dan tubulus kontortus distal yang disusun oleh selapis sel kuboid. Medula ginjal terdiri atas beberapa bangunan yang merupakan bagian sistim tubulus. Salah satu fungsi ginjal yaitu Produksi dan ekskresi urin

(9) Ureter, merupakan saluran dari ginjal ke vesikula urnaria. Fungsi ureter adalah meneruskan urin yang diproduksi oleh ginjal ke dalam kandung kemih Secara histologik ureter terdiri atas lapisan mukosa, muskularis dan adventisia. Lapisan mukosa terdiri atas epitel transisional yang disokong oleh lamina propria. Epitel transisional ini terdiri atas 4-5 lapis sel. Sel permukaan bervariasi dalam hal bentuk mulai dari kuboid (bila kandung kemih kosong atau tidak teregang) sampai gepeng (bila kandung kemih dalam keadaan penuh/teregang). Lamina propria terdiri atas jaringan fibrosa yang relatif padat dengan banyak serat elastin. Lumen pada potongan melintang tampak berbentuk bintang yang disebabkan adanya lipatan mukosa yang memanjang. Lipatan ini terjadi akibat longgarnya lapis luar lamina propria, adanya jaringan elastin dan muskularis. Lapisan muskularisnya terdiri atas atas serat otot polos. Lapisan adventisia atau serosa terdiri atas lapisan jaringan ikat fibroelsatin.

 (10)  Bulbo uretralis, penghasil lendir untuk melumasi saluran sperma). Kelenjar bulbouretralis adalah sepasang kelenjar kecil yang terletak disepanjang uretra, dibawah prostat. Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra. Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).

.